© 2015-2019 SA Films, all rights reserved.

  • Grey Instagram Icon
  • Grey YouTube Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

116 minutes  |  Indonesia  |  English Subtitle  |  Usmar Ismail

Tiga Dara

Harta karun sinematik Indonesia ini sekarang sudah diselamatkan dan direstorasi dengan menggunakan sumber daya manusia dan teknologi terbaik, sehingga dapat memberikan pengalaman menonton yang jauh lebih baik.

Cinta Yang Kekal

Disutradarai oleh Usmar Ismail, film ini menjadi trend-setter pada masanya, dan menerima banyak peminat dan cinta dari generasi penonton saat ini, serta dipercaya akan dicintai juga oleh generasi di masa depan, karena ceritanya yang relevan untuk semua generasi. Nikmati petualangan penjelajahan waktu bersama Tiga Dara, perhatikan detil gambar yang belum pernah Anda lihat sebelumnya, dan bersiaplah untuk terkagum-kagum dengan sinematografi Indonesia pada masa-masa awalnya.

Ribuan Jam Kerja

Restorasi fisik film Tiga Dara dilakukan pada laboratorium film L'immagine Ritrovata, di Bologna, Italia. Sementara restorasi digital dilakukan oleh studio restorasi PT. Render Digital Indonesia di Jakarta, Indonesia. Total waktu yang diperlukan untuk merestorasi Tiga Dara adalah 17 bulan. Premier Tiga Dara (4K) diselenggarakan di bioskop Metropole Cineplex, Jakarta, dan dihadiri lebih dari seribu penonton antusias. Tiga Dara adalah film pertama Indonesia yang direstorasi pada resolusi 4K.

Lagu-lagu Yang Abadi

Musik dan lagu pada film Tiga Dara utamanya dibuat oleh maestro sekaligus legenda musik Indonesia; Saiful Bahri, Ismail Marzuki (lagu Pilih Menantu), dan Oetjin Nurhasjim (lagu Letnan Hardi dan Siapa Namanja). Lagu dan musik pada film ini sudah menjadi sangat populer, dan sulit untuk mencari film musikal Indonesia lainnya yang memiliki dampak sehebat Tiga Dara. Musik dan lagu pada film ini memenangkan piala Citra tahun 1960 untuk kategori Aransemen Musik Terbaik, empat tahun setelah film ini pertama kali diedarkan.

Restorasi pada Resolusi 4K

Pekerjaan restorasi Tiga Dara melibatkan mayoritas tenaga ahli Indonesia. Bahkan pada pekerjaan restorasi fisik di Italia, dua orang perempuan Indonesia terlibat secara langsung; yaitu pada bagian perbaikan fisik film dan pada bagian perbandingan film. Karena kualitas suara pada film ini sangat penting, maka proses restorasinya dilakukan dalam dua tahap di dua kota; Bologna dan Jakarta. Bagian paling rumit dan menantang adalah pada proses restorasi digital 4K, karena sangat mahal dan belum pernah ada yang melakukan restorasi 4K di Indonesia sebelumnya.